Apa arti libido?

Libido adalah istilah Freudian untuk dorongan seksual atau keinginan. Pria dan wanita sama-sama bisa memiliki libidos tinggi, libido rendah dan libidos yang jatuh di suatu tempat di tengahnya. Libidos dapat menyebabkan masalah dalam hubungan intim saat satu pasangan lebih kuat dari yang lain. Sebagai aturan umum, kurangnya libido cukup umum terjadi pada wanita, namun cukup jarang pada pria.

Pertimbangan

Bergantung pada sudut pandang Anda, atau justru keadaan libido Anda, individu dengan dorongan seks yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam suatu hubungan adalah orang dengan “masalah” yang perlu diperbaiki. Dia seharusnya melakukan sesuatu untuk membuat libidonya sesuai dengan keinginan orang lain. Lebih sering daripada tidak, orang dengan libido rendah mungkin mencari cara untuk meningkatkannya.

Libido Rendah pada Wanita

Penyebab psikologis libido rendah pada wanita meliputi depresi atau kecemasan, riwayat pelecehan seksual, kondisi hidup yang menantang (tinggal dengan mertua) dan masalah hubungan akut. Dorongan seks yang berkurang mungkin juga disebabkan oleh penyebab fisik. Termasuk anemia, diabetes, obat resep tertentu seperti obat penenang dan hormon yang berfluktuasi.

Libido Rendah pada Pria

Menurut Mayo Clinic, wajar jika pria mengalami penurunan secara bertahap dalam hasrat seksual saat mereka bertambah tua. Namun, kebanyakan pria terus menunjukkan minat seks ke usia 70an mereka. Libido pria bisa naik dan turun sepanjang hidupnya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dorongan seksual pria termasuk depresi, stres dan penurunan tingkat hormon seks pria. Selanjutnya, pria yang mengalami disfungsi ereksi (impotensi) secara bersamaan bisa kehilangan minat seks.

Kecanduan Seksual

Kecanduan seksual, juga dikenal sebagai hypersexuality atau nymphomania, tampaknya merupakan tanda libido yang sangat tinggi pada pria dan wanita. Namun, mungkin ada faktor psikologis dan fisik yang lebih dalam di tempat kerja. Klinik Mayo mengatakan multiple sclerosis, epilepsi, penyakit Huntington dan demensia semuanya terkait dengan perilaku seksual kompulsif. Hiperseksualitas mungkin juga disebabkan oleh riwayat masa kanak-kanak pelecehan fisik atau seksual. Gejalanya meliputi memiliki banyak pasangan seksual atau urusan di luar nikah, dan sering menggunakan layanan Internet dan telepon yang eksplisit secara seksual.

Pandangan

Komunikasi jujur ​​dan empati adalah langkah pertama untuk mengatasi masalah yang terkait dengan libidos yang tidak sesuai dalam hubungan intim. Dalam beberapa kasus, konseling pasangan profesional mungkin bermanfaat.